Tuesday, January 4, 2011

Kaki sakit jadi berkat

No pain, no gain? Hehe mungkin itu yang sedang saya alami. Kok melihat sakit malah menjadi berkat yah. Jadi ceritanya, kaki saya tidak lama kemarin jatuh di tangga, dan mungkin mengalami memar dalam pada bagian uratnya di sebelah kiri kaki saya. Pertama sih gak berasa sakit yah, yah paling bisa sembuh beberapa hari, eh saya pergi ke luar negri dan akhirnya pulang, kok jadi tambah sakit yah? waduh kiri kanan semua pada bilang, ayo diurut saja, ke sinse saja, ato pake obat ini itu. Hehe

Alhasil sampe sekarang sih, Cuma pake arak aja sih, belom berani ke sinse *bandel ceritanya*

Singkatnya sih, saya ngeliat, bagaimana Tuhan memakai hal ini untuk kebaikan saya. Saya merenungkan tentang perumpamaan seekor domba yang nakal waktu itu di sebuah pembinaan pengurus pada tahun berapa saya agak lupa. Tapi di cerita itu, saya tidak ingat detail cerita selengkapnya namun seingat saya ada bagian bagaimana ketika domba itu nakal dan sang gembala melumpuhkan satu bagian dari kaki sang domba, sehingga ia tidak pergi kemana-mana dan selalu ada dalam pangkuan sang gembala. Kadang kita seperti itu kah? Tapi kalo dari case saya sih, kayanya saya yang salah deh, gak berhati-hati dan jatuh tidak sengaja di tangga itu, jadi gak menyalahkan siapapun. Hehe.. cuman saya hanya melihat ternyata saya jadi ingat, bahwa Tuhan ingetin saya untuk boleh lebih bersandar lagi padaNya. Sang Gembala yang sejati. Saya hanya seekor domba yang nakal. Semoga di liburan kali ini, meski kaki sakit, hati saya lebih melekat dan bersandar pada Dia. Tapi tentunya ingin kaki saya sembuh juga nih, supaya bisa kembali beraktifitas dengan baik, olahraga dan ingin belajar setir mobil, hehehe.. *udah 20 nih 2 bulan lagi, malu belum bisa setir mobil, hoho*

Thanks to God for all things He has done.

Soli Deo Gloria!

Hadiah Natal 2010

Natal kali ini saya dapet hadiah istimewa dari dua orang yang istimewa dalam hidup saya secara pribadi :)

Dapet coklat yang sayang banget buat dimakan, haha.. dari seorang sahabat yang dirahasiakan namanya, perempuan pastinya hehe.. lalu dapet CD lagu yang bagus banget dari sang kekasih. Saya lagi pikir-pikir, seneng banget saya dikasih kado kayak gini. Tapi flash back lagi, melihat apa yang Tuhan kasih, jauh lebih bersyukur lagi saya. Kalo melihat 2000 tahun lalu waktu Tuhan lahir ke dunia ini, saya merasa jadi gak layak banget buat nerima hadiah-hadiah ini pas natal. Karena Tuhan lah yang harusnya dikasih kado ya, karena mengingat Dia lahir ke dunia. Apa yang udah saya kasih selama ini buat Dia? Maybe n.o.t.h.i.n.g kalo saya mau compare sama apa yang Dia sudah kerjakan di hidup saya. Pas natal kemarin lagu hymn ini terbesit di hati saya “Adakah tempat bagi-Nya?”. Natal kemarin saya menitihkan air mata ketika menyanyikan sebuah lagu di saat terang lilin, pada sebuah kebaktian malam natal di sebuah gereja di Jakarta, begini kata-katanya:

“Masuk hatiku ya Yesus... ‘ku ada tempat bagiMu.”

Singkat bukan? Tetapi entahlah mengapa hati ini terenyuh. Banyak hal yang kita tempatkan sebagai prioritas dalam hidup kita, tetapi sungguhkah Dia, Sang “Kado Natal” yang sebenarnya itu ada tempat di hati kita? Di hati ku? Di hati mu?

Kedua hadiah yang sederhana ini membawa saya pada suatu perenungan yang singkat di malam natal kemarin. Anyway, thank you buat kedua orang special tadi yang saya sebutkan di atas, tanpa nama sih memang, hehe.. tapi lebih daripada hadiah yang mereka berikan, mereka adalah “kado natal” itu sendiri buat saya tahun ini. Thanks God! Semoga perenungan singkat yang saya share kan bisa menjadi berkat. Soli Deo Gloria!

Hadiah Natal 2010

Natal kali ini saya dapet hadiah istimewa dari dua orang yang istimewa dalam hidup saya secara pribadi J

Dapet coklat yang sayang banget buat dimakan, haha.. dari seorang sahabat yang dirahasiakan namanya, perempuan pastinya hehe.. lalu dapet CD lagu yang bagus banget dari sang kekasih. Saya lagi pikir-pikir, seneng banget saya dikasih kado kayak gini. Tapi flash back lagi, melihat apa yang Tuhan kasih, jauh lebih bersyukur lagi saya. Kalo melihat 2000 tahun lalu waktu Tuhan lahir ke dunia ini, saya merasa jadi gak layak banget buat nerima hadiah-hadiah ini pas natal. Karena Tuhan lah yang harusnya dikasih kado ya, karena mengingat Dia lahir ke dunia. Apa yang udah saya kasih selama ini buat Dia? Maybe n.o.t.h.i.n.g kalo saya mau compare sama apa yang Dia sudah kerjakan di hidup saya. Pas natal kemarin lagu hymn ini terbesit di hati saya “Adakah tempat bagi-Nya?”. Natal kemarin saya menitihkan air mata ketika menyanyikan sebuah lagu di saat terang lilin, pada sebuah kebaktian malam natal di sebuah gereja di Jakarta, begini kata-katanya:

“Masuk hatiku ya Yesus... ‘ku ada tempat bagiMu.”

Singkat bukan? Tetapi entahlah mengapa hati ini terenyuh. Banyak hal yang kita tempatkan sebagai prioritas dalam hidup kita, tetapi sungguhkah Dia, Sang “Kado Natal” yang sebenarnya itu ada tempat di hati kita? Di hati ku? Di hati mu?

Kedua hadiah yang sederhana ini membawa saya pada suatu perenungan yang singkat di malam natal kemarin. Anyway, thank you buat kedua orang special tadi yang saya sebutkan di atas, tanpa nama sih memang, hehe.. tapi lebih daripada hadiah yang mereka berikan, mereka adalah “kado natal” itu sendiri buat saya tahun ini. Thanks God! Semoga perenungan singkat yang saya share kan bisa menjadi berkat. Soli Deo Gloria!

Tuesday, October 12, 2010

waktu dan Penciptaku

jika aku bisa membeli waktu
aku ingin
membeli waktu yang tak pernah terulang
dan yang tak dapat kubuang
begitu saja

waktu terlalu berharga untuk dilewati
dengan orang yang tak menghargai kt
hargai waktu mu dengan orang
yang menghargai mu

banyak orang berpikir waktu dapat terulang
kembali
kesempatan selalu ada, tergantung
apakah kita mengambilnya saat itu
atau menundanya

jika aku punya kesempatan untuk menghabiskan waktu
aku ingin habiskan waktu bersama
diriku sendiri.
ya diriku sendiri

aku terlalu banyak berharap
menghabiskan waktu bersama mereka
bersama dia
bersama ku, tak pernah ku pikirkan

aneh, ya.
tapi waktu sendiri adalah waktu terbaik ketika
tidak banyak orang menghargai waktu mu;
menghargai waktu bersamamu.

sibuk.
alasan yang umum.
Penciptaku tak pernah sibuk ketika harus
menghabiskan waktuNya dengan ku.
Ia tahu isi hatiku
Ia menganggap ku hal yg paling berharga,
sehingga terlalu sulit meninggalkan ku
dan pergi dari roda waktu ku.

aku mengerti ya Tuhan
sekarang
apa arti waktu bersama Mu.

aku mengerti bagaimana perasaanMu
ketika aku mengatakan aku sibuk;
aku harus lakukan banyak hal untuk menyenangkan hatiMu;
tetapi Kau tak inginkan itu.
Kau inginkan aku mencari wajahMu
dan menceritakan banyak hal
yang telah terjadi
di waktu-waktu ku.

aku tak dapat bayangkan,
bagaimana Engkau berdiam diri sperti aku sekarang
ketika Engkau merasa diabaikan oleh diriku.
ketika aku mengatakan aku sibuk.

terima kasih ya Tuhan.
untuk perasaan ini

dan untuk waktu menikmatiMu selalu.

Thursday, August 12, 2010

should I let go?

jangan genggam pasir itu terlalu erat, nanti jatuh. hmmm emang bener sih. kadang ya persahabatan itu bisa hancur, kalau dipegang terlalu erat. letakkan saja di tangan, dia akan tetap ada di tanganmu. tak perlu digenggam. tapi kok, belakangan ini, aku setelah berpikir-pikir, lebih baik mengembalikan pasir itu ke tempatnya ya. gak perlu digenggam. ataupun ditadahkan di tanganku. pasir itu telah menemukan asal mula ia seharusnya berada atau ditempatkan. bukan di tanganku. tetapi ada di pesisir pantai harusnya...

errr... i must let go.. mungkin ini yang terbaik. :) dia gak akan pernah tau seberapa aku kecewa dan berjuang tetap mempertahankan persahabatan ini. aku masih menganggap ia sahabat, meskipun ia sering mengacuhkan ku. tapi sekarang mungkin saatnya, aku mengerti semuanya. ya, semuanya. aku menganggap dia juga tidak lagi peduli dengan persahabatan ini. aku bukan sahabatnya. aku bukan teman baiknya. hmm, kenapa dulu ia sering mengucapkannya ya? aku pun bingung. tapi yang jelas, aku tetap bersyukur kok punya sahabat yang baik sperti dia. terima kasih ya.. sekarang aku mengerti, bahwa sebaiknya aku pergi. aku tak tau, aku salah apa sebenarnya. kalau aku menyakiti hatinya, aku minta maaf. tetapi aku sangat menghargainya.

sekarang, ia telah menemukan dunia dan sahabat-sahabat barunya. its hard to let you go, but thank you for being a very best friend to me. i wish you have a new beginning, and happy ending with your life. aku merasa ia lebih baik kok tanpa ku. :) thanks! goodbye my (best) friend.

love journey

Daisypath Anniversary tickers